Ora Beach ( a Little Heaven on the Earth )

by - Juni 01, 2014

Sudah sejak tiga minggu yang lalu aku tiba disini untuk merampungkan mata kuliah  KKN ( Kuliah Kerja Nyata ). Aku mendapat lokasi KKN di Desa Amahai, Masohi Kab. Maluku Tengah. Negeri yang tak malu-malu memperlihatkan keindahan alamnya yang mempesona. Berbagai kendala muncul menguras tenaga dan pikiran tapi aku pantang menyerah guys ^____^

Dan keberuntungan itu pun datang, Aku di ajak ikut serta "mbolang" ke Pantai Ora bersama kakak sepupuku yang cantik itu, pantai yang terkenal sebagai salah satu "Snorkeling Spot" di Maluku. Memang aku bersama teman-teman pernah merencanakan perjalanan ini sebelumnya tapi terkendala oleh kesibukan dan dana yang begitu besar so rencana perjalanan itu mengendap di kepala tersingkir oleh tugas-tugas kuliah yang seabrek banyaknya. Dan ketika kesempatan ini datang aku langsung mengiyakan dalam 3 detik :D 

Ku ajak sohibku Al untuk menemani perjalananku kali ini... 
Persiapan sudah ku lakukan sedari malam yang di iringi hujan rintik di kota Masohi, Al melarikan motornya menebas hujan menemaniku membeli perbekalan untuk besok pagi. Kami tau bahwa perjalanan kesana tidak mudah so persiapan harus mantap. Sampai lewat tengah malam aku baru bisa terlelap karna tidak percaya dan tidak sabar menunggu esok hari.

Pagi menjelang kabut tipis menyeliputi kota Masohi. Setelah sarapan dan menegak " Antimo " aku bersama Al berkumpul bersama personil-personil yang akan ikut dalam perjalanan kali ini. Totalnya ada 8 orang beserta pak sopir siap sedia. Jam 9 tepat kami bergerak meninggalkan ibukota Masohi, Medan yang kami tempuh kali ini cukup membuat sarapan yang ku makan tadi pagi melegak-legak naik ke tenggorokan.
Jalan yang belum beraspal menyambut kami di Kilometer 70.View hutan hujan tropis menemani kami hingga hampir 3 jam. Sungguh berat kawan.

Setelah menempuh jarak kira-kira 85km, kami memasuki Desa Saleman tempat pemberhentian sebelum perjalanan kami berganti naik perahu motor. Rasa penat dan mual yang ku rasakan tadi di perjalanan terbayar dengan pemandangan alam yang luar biasa indahnya. 


Ini perahu motor yang kami naiki menuju pantai Ora. Biaya yang dikeluarkan untuk menyewa perahu motor sekitar 400.000 IDR. Kalo kawan ingin menyewa Perahu yang lebih besar harga yang dikenakan bisa lebih mahal dari itu.


Tanpa membuang banyak waktu kami langsung menuju pantai Ora. Air laut yang hijau dan biru membuat mata segar. Kira-kira setengah jam inilah pemandangan pantai Ora dari kejauhan, tampak resort cantik berjejer mengelilingi pantai.


Dan sampailah kami disana, oh jangan lupa kawan untuk membayar karcis masuk seharga 25.000 IDR per orang. Begitu tiba aku langsung mengabadikan moment itu dalam gambar di bawah ini let's chek it out,


Resort-resort cantik ini berharga 700.000 IDR sampai 1.000.000 IDR semalam, Lumayan mahal untuk mahasiswa seperti saya, tapi setara lah dengan pemandangan yang ditawarkan  

Resort-resort disini terbuat dari material bambu dan kayu guys makin menambah keunikannya  resort ini terletak di atas air laut, ga kebayang betapa  indahnya bisa lihat sunset langsung dari kamar :)
Ini adalah salah satu view bawah lautnya beserta ikan-ikan cantik berwarna biru kalo kawan bersnorkeling ria

Sekian lama mengambil gambar perut sudah berteriak minta di isi. Perlu di ingat guys pengunjung tidak boleh membawa makanan dari luar. Kalo ingin makan Resort menyediakan makan seharga 200.000 IDR. Kami melanjutkan perjalanan menuju Tebing Hatu Pia perjalanan kesana memakan waktu sekitar 10 menit, tampak tebing-tebing besar menjulang ke atas langit.



Kami beristirahat sejenak dan makan sebelum melanjutkan ke Air Belanda. Air laut yang jernih disertai angin yang membelai lembut membuat suasana menjadi kantuk. 
Setengah Jam berlalu kami segera beranjak menuju Air Belanda. Terajadi keanehan disini, air laut yang sedari tadi panas terpapar sinar matahari tiba-tiba berubah sedingin Es. Air Belanda sendiri merupakan " Air Salobar " dalam bahasa ambon atau air payau yang berarti percampuran antara air laut dan air tawar, kemungkinan percampuran air itu yang mengakibatkan air menjadi dingin. Tanpa banyak kata aku bersama Al menceburkan diri ke laut. Pasir putih yang sangat halus membuat betah acara berenang kali ini. Trust me berenang di air belanda ini sensasinya kayak berenang di dalam kulkas dingin beud...


Air Belanda
Matahari semakin bergeser ke barat, rasanya enggan pulang dan masih ingin menikmati jernihnya air laut tapi kami telah di panggil untuk segera berbenah. Ku abadikan sekali lagi tempat ini dalam gambar.



Waktu menunjukkan pukul 16.00 WIT. Deru perahu motor membawa kami kembali ke Desa Saleman. Lagu " Aku ingin pulang " dari Ebiet G. Ade menemani perjalanan panjang kami kembali ke Kota Masohi.
Sampai Jumpa lagi Pantai Ora, Hope to see you Again  ^___^

You May Also Like

2 comments